PENGATURAN MAKAN UNTUK BAYI DAN ANAK SEHAT


Pengaturan makan untuk bayi

Makanan untuk bayi sehat terdiri dari:
  1. makanan utama yaitu air susu ibu (ASI): jika ASI sama sekali tidak ada dapat diberikan makanan buatan sebagai penggantinya.
  2. makanan pelengkap terdiri dari buah-buahan, biscuit, makanan padat bayi yaitu bubur susu, nasi tim atau makanan lain yang sejenis.
Dengan mempertimbangkan makanan utama, maka terdapat pengaturan makan dengan menyusukan (breast feeding) yang dalam prakteknya sekarang lazim disebut memberi ASI atau memberi makanan buatan (artificial feeding) atau menyusukan dikombinasikan dengan memberi makanan buatan (mixed feeding).
Menyusukan bayi yang harus selalu dianjurkan bila bayi dan ibunya ada dalam keadaan sehat dan tidak terdapat kelainan-kelainan yang tidak memungkinkan untuk menyusukan. Jika memungkinkan ASI diberikan sampai anak berusia 2 tahun. Tetapi bila ternyata produksi ASI sangat kurang atau tidak terdapat sama sekali, barulah diberikan makanan buatan sebagai penggantinya.

Menyusukan/memberi ASI

Menyusukan bayi sangat bermanfaat oleh karena:
  1. Praktis, mudah dan murah. Tidak memerlukan biaya untuk membeli makanan buatan dan alat-alat untuk mempersiapkan dan memberikan makanan buatan tersebut.
  2. Sedikit kemungkinan terjadi kontaminasi dan tidak akan terjadi kekeliruan dalam mempersiapkan makanan. Berlainan sekali dengan pemberian makanan buatan yang dapat mambahayakan jika kurang pengetahuan tentang gizi, sanitasi disertai pula daya beli yang kurang. Kontaminasi dengan basil pathogen merupakan penyebab gangguan pencernaan yang sering ditemukan
  3. Menjalin hubungan psikologis yang erat antara ibu dan bayi, yang penting untuk perkembangan psikologi anak.
  4. Mungkin memberi keuntungan dalam pencegahan karsinoma payudara.
  5. Menyusukan berarti memberi makan menurut kodrat alam, karena menggunakan alat alamiah yaitu payudara dan bahan makanan alamiah yaitu ASI