penjelasan fisika mengapa pesawat terbang dapat terbang terbalik


Dengan sebuah pesawat terbang tertentu seorang pilot dapat melakukan manuver terbang terbalik namun manuver ini tidak dapat dilakukan dengan pesawat terbang penumpang yang memang tidak dirancang untuk menahan peregangan atau stress dalam kondisi terbalik

Sayap pesawat terbang konvensional dilengkungkan sebelah atasnya dan rancangan ini akan menghasilkan gaya angkat pada pesawat. Akan tetapi jika sayap itu dibalik bukankah itu akan menghasilkan sesuatu yang berlawanan, yakni mengubah gaya angkat menjadi gaya dorong kebawah. Hal ini pesawat akan terdorong kebawah jika pilat tidak mengatasi efek tersebut dengan mengubah sudut terjang sayap pesawat terhadap angin kearah sudut ketika sayap mendorong udara.

Contoh : “ ulurkan sedikit tangan anda keluar candela mobil sewaktu kita menumpang sebuah mobil yang melaju kencang. Ketika tangan kita rata telapak tangan sejajar dengan tanah kita merasakan tekanan udara pada pinggiran bagian depan pada tangan yang bertabrakan dengan angin. Akan tetapi jika kita naikkan tangan kita sampai telapak tangan sedikit menghadap kedepan kita akan dapat merasakan hembusan angin kencang . rasakan bahwa sayap anda – atau tangan anda mengalami dorongan keatas. Tekanan bagian bawah lebih besar daripada bagian punggung tangan. Hal ini menghasilkan daya angkat “.

Maka ketika pesawat terbang terbalik, sang pilot mengarahkan hidung pesawat keatas sedemikian sehingga bagian bawah sayap yang kini di sebelah atas mendapatkan hembusan keras angin dan terdorong keatas. Selain itu pesawat untuk akrobat udara tidak memakai sayap yang sebelah atasnya lebih lengkung, permukaan atas dan bawah mempunyai bentuk yang sama sehingga tidak masalah mana yang menghadap keatas sang pilot semata-mata mengandalkan gaya angkat dari sudut terjang pesawat