Pengaruh dan Dampak Buruk AC bagi Bayi dan Balita

Air Conditioner (AC) adalah alat pendingin ruangan yang sangat populer di daerah tropis seperti Indonesia. Penggunaan AC sebenarnya tidak sampai berpengaruh buruk bagi penggunannya. Justru pada cuaca yang panas dapat membuat istirahat kita jadi optimal (tidur nyenyak) sehingga meningkatkan kesehatan tubuh. Pada saat bekerja di ruangan dengan cuaca yang panas juga dapat meminimalkan keringat tubuh dan membuat nyaman tubuh kita dengan suhu yang ideal.
Namun demikian ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
  1. Suhu AC yang tepat untuk iklim tropis harus terjaga, yaitu 21-25 derajat celcius suhu yang terlalu dingin dapat menyebabkan kekeringan kulit terutama pada bayi dan balita.
  2. Penggunaan AC jangan terus menerus (sebaiknya pada saat tidur saja) karena penggunaan AC terus menerus dapat menyebabkan kekeringan kulit
  3. Selama menggunakan AC perbanyaklah minum air putih (bagi orang dewasa) pemberian ASI dan susu yang cukup (bagi bayi dan balita) untuk meminimalisir kekeringan pada kulit 
  4. Blower (fan speed) pada AC sebaiknya tidak distel terlalu kencang (paling rendah - medium saja) karena dapat menyebabkan debu-debu berterbangan yang dapat memicu batuk-batuk alergi